Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi, komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengambangan diri secara terpadau, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
