Siswa-Siswi MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar Mengikuti MTQ Kecamatan Siantar Martoba

Sepuluh siswa/i MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar dengan semangat tinggi mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan Siantar Martoba. Event bergengsi ini berlangsung mulai dari tanggal 18 hingga 19 Januari 2024, menandai momen bahagia bagi peserta dan madrasah.

Dari sepuluh siswa/i yang berpartisipasi, empat cabang kompetisi diikuti dengan penuh semangat. Kurniawan Rahmawati dari kelas X-2 berpartisipasi dalam kategori Tilawah Putri Remaja, menampilkan keindahan bacaan Al-Qur’an dengan penuh penghayatan. Sementara itu, cabang Fahmil Qur’an Putri diikuti oleh Suri Anisa, Nur Salsa, dan Afidah, masing-masing dari kelas X-1 dan X-2, memberikan sajian apik yang menggambarkan kefasihan mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran suci Islam.

Kategori Syahril Putri menjadi saksi semangat Mita Sonia dari kelas XII-IPS, Mutiara Azkya dari kelas XI-IPA, dan Syafia Hanuna dari kelas X-2. Mereka membawakan ayat-ayat dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan komitmen tinggi terhadap pembacaan dan pemahaman Al-Qur’an. Tak ketinggalan, dalam kategori Syahril Putra, Amar Khadafi dari kelas XII-IPA, Maulana Syuhada dari kelas XI-IPA, dan Riski Nanda Aulia dari kelas X-1, turut memberikan penampilan luar biasa yang mencuri perhatian para penonton.

Prestasi yang dicapai oleh para peserta tak lepas dari dukungan dan fasilitas yang diberikan oleh MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar. Madrasah ini berkomitmen untuk terus mendorong peserta didiknya untuk tampil di berbagai ajang kompetisi, tidak hanya di bidang pendidikan formal, tetapi juga di bidang yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa/i. MTQ menjadi salah satu wadah penting yang diambil oleh Madrasah untuk melatih dan memberikan arahan kepada siswa/i agar mereka dapat mengeksplorasi dan menampilkan bakat terbaiknya.

Pelaksanaan MTQ ini berlangsung di Masjid Al Mukminin, kelurahan Tanjung Pinggir, yang memberikan nuansa spiritual dan khidmat pada setiap tahap kompetisi. Para peserta terlihat begitu fokus dan tekun, mempersembahkan bacaan Al-Qur’an dengan penuh ketulusan dan dedikasi. Masjid yang menjadi arena kompetisi ini bukan hanya menjadi saksi bisu pertandingan, tetapi juga menyajikan suasana yang mendalam, menambah kesakralan acara ini.

Peran MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar dalam membina dan mengembangkan bakat siswa/i tidak hanya terbatas pada kegiatan MTQ. Madrasah ini selalu aktif dalam memberikan dukungan kepada siswa/i dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi di tingkat lokal maupun nasional. Ini sejalan dengan visi dan misi madrasah untuk tidak hanya mencetak siswa/i yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk karakter yang berkomitmen pada nilai-nilai keagamaan dan moral.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar juga memberikan perhatian khusus pada kegiatan ekstrakurikuler yang menggali dan mengembangkan bakat siswa/i di berbagai bidang. Dengan demikian, madrasah ini menciptakan ruang bagi setiap siswa/i untuk berkembang secara holistik, menjadikan mereka individu yang memiliki pemahaman yang mendalam terhadap diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya.

Penting untuk dicatat bahwa partisipasi dalam MTQ ini bukan hanya mengenai meraih juara, tetapi lebih pada proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam pesan yang disampaikan oleh madrasah kepada para siswa/i, tujuan utama mengikuti kegiatan semacam ini adalah untuk menambah pengalaman dan selalu menjadi pembelajaran yang berharga. Keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi merupakan langkah awal menuju peningkatan diri yang sejati.

Pada malam hari tanggal 19 Januari 2024 nanti, gema pengumuman pemenang mengisi udara. Meskipun hasil akhir menjadi penutup dari perjuangan mereka, pesan yang diusung oleh MAS Al Washliyah 67 Pematang Siantar tetap jelas: keberhasilan bukan hanya sebatas podium, melainkan hasil dari proses belajar yang tak ternilai. Jadi, meski juara atau tidak juara, yang terpenting adalah keberanian untuk tampil dan berkontribusi dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *